Berburu Kuliner di Jatiasih

Kompas.com - 17/05/2010, 14:52 WIB

Oleh M CLARA WRESTI

Berburu kuliner memang sangat menyenangkan. Selain bisa mencicipi makanan enak yang jarang didapat, juga bisa mendapatkan pemandangan yang tidak setiap hari dilihat. Namun, jika berburu kuliner ke luar kota, seperti Bogor dan Bandung, keasyikan berburu kuliner itu jadi terganggu kemacetan.

Sudah banyak yang tahu kalau berburu kuliner di Bogor dan Bandung memang mengasyikkan. Pilihan makanan pun sangat beragam. Dari menu masakan sunda, masakan china, hingga makanan eropa, sangat mudah dijumpai. Apalagi udara di kedua kota itu cukup sejuk, menambah kenikmatan menyantap makanan yang ada.

Namun, memilih kedua kota itu bukan tanpa risiko, terutama risiko terjebak kemacetan. Soalnya, bukan kita saja yang senang berburu kuliner di luar kota. Lihat saja, mobil-mobil dengan berpelat Jakarta sangat banyak memenuhi Bogor dan Bandung pada akhir pekan.

Dengan kondisi itu, mari melirik restoran-restoran yang ada di kawasan sekitar Jakarta. Misalnya saja Rumah Makan Sangkuriang dan Rumah Makan Pendekar Ikan Gurame di Jatiasih, Bekasi.

Nama Jatiasih mungkin buat sebagian telinga warga Jakarta masih terasa asing. Namun, untuk mencapainya tidaklah sulit. Apalagi sekarang sudah ada akses Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cikunir.

Warga Jakarta yang hendak ke Jatiasih bisa melalui Jalan Tol Jagorawi. Namun, setelah melewati pintu tol Taman Mini, arahkan mobil masuk Tol JORR menuju Jatiasih. Setelah keluar di pintu tol Jatiasih, berbeloklah ke kanan. Di lampu pengatur lalu lintas berikutnya, beloklah ke kanan lagi. Ikuti jalan itu, terus hingga bertemu pertigaan.

Di pertigaan itu berbeloklah ke kiri, ke Jalan Sapta Pesona atau ada juga yang menyebutnya sebagai Jalan Raya Parpostel. Di sepanjang jalan inilah kedua restoran itu berada. Jika RM Pendekar Ikan Gurame ada di sebelah kiri, RM Sangkuriang berada di kanan.

Penampilan RM Pendekar Ikan Gurame sangat menonjol karena hampir semua dindingnya dicat dengan warna merah menyala. Rumah makan yang juga menyebut dirinya sebagai akuarium resto ini memang sudah tampak menarik dari luar. Pemilihan nama yang unik juga menjadi daya tarik sendiri.

Restoran asri

Masuk ke dalam restoran ini, para tamu seperti masuk ke sebuah rumah besar yang mempunyai halaman terbuka di dalamnya. Halaman terbuka itu dipenuhi dengan pohon dan kolam ikan yang tampak sudah saling menyatu. Walau bukan tipe taman yang cantik, tetapi terlihat alami, asri, dan hangat.

Restoran ini bukan hanya sekadar tempat makan. Di sini para tamu juga bisa membeli ikan hias yang dipajang di akuarium- akuarium di dekat pintu masuk. Di setiap meja makan juga diberi akuarium kecil bulat yang diisi seekor ikan mas koki dan tanaman air. Sungguh sangat terlihat cantik.

Selain lingkungan yang asri, restoran ini juga dilengkapi dengan beberapa mainan anak, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan perosotan.

Bagi tamu dewasa, restoran juga menyediakan musik hidup dan juga lapangan futsal yang bisa dipakai dengan membayar biaya sewa sesuai hitungan jam.

Untuk makanan, sebagian besar menu RM Pendekar Ikan Gurame adalah masakan Indonesia, seperti kambing guling, sayur asem, nasi timbel, dan nasi tumpeng. Namun, pelayan yang ramah juga menawarkan berbagai menu lainnya, yang cukup menggugah selera.

Berdinding bambu

Kesan yang jauh berbeda segera muncul ketika melihat RM Sangkuriang. Melihat ada beberapa mobil yang terparkir di halaman restoran ini, sangat meyakinkan bahwa restoran yang tampak sudah lama ini mempunyai masakan enak.

Dari luar, restoran ini tampak seperti sudah tua karena memakai hiasan batu-batu kali besar di separuh dindingnya.

Ketika masuk ke dalam restoran, ternyata dinding batu itu hanya ada di pintu masuk. Di dalam restoran, sebagian besar dinding terbuat dari gedek yang disangga tiang-tiang bambu besar. Kesan yang ingin dihadirkan tentu saja kesan pedesaan yang ingin menggugah rasa romantisme masa lalu. Apalagi tempat duduk yang disediakan tidak hanya bangku dan meja, tetapi juga ada lesehan, di mana para tamu bisa menyelonjorkan kaki.

Menu RM Sangkuriang sebagian besar makanan sunda, seperti nasi timbel, karedok ulek, sayur asem, ikan peda bakar, pete bakar/goreng, dan sambal dadak. Namun, dari sekian banyak menu yang disajikan, yang paling diminati adalah Sup Ikan Gurami Kemangi dan Patin Bakar Omega 3.

Menurut Asmawan, Manager RM Sangkuriang, kedua menu itu merupakan menu favorit. ”Tadinya yang paling favorit itu sup ikan. Tetapi, setelah ada Patin Bakar Omega 3, para tamu banyak yang memesan keduanya,” kata Asmawan.

Para tamu tertarik pada patin bakar karena patin ini diberi makan khusus oleh peternaknya sehingga mengandung omega 3. ”Sekarang masyarakat sudah sadar akan kesehatan, jadi mereka juga mencari makanan yang sehat,” kata Asmawan.

Selain makanan yang sehat dan lezat, restoran ini juga memberikan penawaran yang menarik bagi para tamunya. Para tamu dipersilakan membubuhkan tanda tangan di karton putih yang ditempel di dinding. Siapa pun yang tanda tangan, akan mendapatkan satu menu secara gratis selama satu tahun penuh. Tawaran ini sangat menarik karena hampir di setiap muka dinding dipenuhi oleh tanda tangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau